Kutim Jadi Lokus Nasional Program TAMASYA sebagai Model Pengasuhan Anak

by
13 November 2025
520 views

MUARA WAHAU – Kutai Timur (Kutim) kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) ditunjuk sebagai mitra strategis program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN). Penunjukan ini menyoroti peran 93 Tempat Penitipan Anak (TPA) yang dikelola perusahaan di kawasan perkebunan kelapa sawit, khususnya di Muara Wahau.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa TPA PT DSN telah aktif selama bertahun-tahun, melayani anak usia dini, kelompok bermain, hingga taman kanak-kanak. “Pengasuhan berbasis perusahaan ini memastikan anak-anak tetap mendapatkan perhatian saat orang tua bekerja,” katanya.

Pemilihan Kutim sebagai lokus peluncuran TAMASYA didasari keunikan sistem TPA yang berada di area perkebunan, berbeda dengan umumnya yang terpusat di perkotaan. Data dari Kementerian Tenaga Kerja, Pendidikan, dan Sosial mendukung keputusan ini.

Program TAMASYA bertujuan memperkuat pengasuhan anak berkualitas sekaligus mendukung penurunan stunting. DPPKB Kutim dan Kemendukbangga menyelenggarakan pelatihan pengasuh dan pemantauan tumbuh kembang anak di TPA. “Setiap kementerian berperan sesuai bidangnya; ini sinergi lintas sektor yang nyata,” ujar Junaidi.

Agenda peluncuran nasional dijadwalkan 26–27 Mei 2025, dengan kunjungan lima menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), termasuk Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan. Pemerintah Kutim optimistis program ini menjadi model quick win nasional.

“Ini bukti bahwa kawasan perkebunan pun mampu menjadi rujukan pengasuhan anak berbasis korporasi,” tutup Junaidi. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Langkah Maju Pulung Sari, Bupati Kutim Resmikan Kantor Desa, Balai, dan PAUD

Next Story

PAUD Tunas Harapan Diresmikan, Siti Robiah Tekankan Pendidikan Karakter Anak Desa