Pemkab Kutim Perkuat Program Tamasya untuk Kesejahteraan Anak

by
2 November 2025
40 views

SANGATTA – Kesejahteraan keluarga pekerja tidak hanya menjadi komitmen perusahaan pemberi kerja, tetapi juga bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, secara konsisten menegaskan bahwa pendekatan holistik ini krusial untuk menciptakan ketenangan bagi para pekerja, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan, sekaligus menjamin masa depan anak-anak yang lebih cerah.

Pendekatan holistik itu adalah program Duta Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), inisiatif yang terintegrasi dengan lebih dari 50 program unggulan daerah. Beberapa program yang terintegrasi antara lain program peningkatan kualitas pendidikan (nomor 24) dan penyediaan fasilitas kesehatan dasar (nomor 22), yang langsung menyokong aspek edukasi dan kesehatan anak-anak di fasilitas TAMASYA. Sementara itu, program penguatan ekonomi keluarga (nomor 43) bertujuan memberikan dasar finansial yang lebih kokoh bagi orang tua, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih fokus dan tenang.

“Kami sangat berterima kasih kepada perusahaan tambang dan perkebunan. Meskipun orang tua atau ibu-ibunya tengah bekerja di lokasi, mereka bisa merasa tenang karena anak-anaknya dirawat di TAMASYA,” tegas Bupati Ardiansyah dalam sebuah kesempatan.

Keunggulan TAMASYA terletak pada pendekatannya yang lebih komprehensif dibanding tempat penitipan anak konvensional. Bupati Ardiansyah sendiri telah memastikan ketersediaan fasilitas penunjang seperti area bermain, ruang laktasi, dan tempat tidur yang layak di setiap lokasi.

Kutim menunjukkan bahwa kesejahteraan anak dan keluarga tidak boleh diabaikan. Integrasi TAMASYA dengan puluhan program daerah menjadi sebuah investasi sosial jangka panjang, bertujuan mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter, sambil mendukung produktivitas orang tua mereka sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Pemkab secara konkret meningkatkan secara signifikan alokasi bantuan desa, dari Rp 50 juta menjadi Rp 250 juta per desa. Hal ini diharapkan mendorong partisipasi aktif desa dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat, termasuk TAMASYA. Keberhasilan program ini telah menjadi perhatian nasional, terbukti dengan minat sejumlah daerah lain untuk mempelajari implementasinya. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Budidaya Ikan di Lahan Bekas Tambang

Next Story

PT DSN Hadirkan TPA Tamasya