Pulang ke Akar: Bupati Kutim Disambut Hangat di Muara Pahu

by
7 November 2025
575 views

MUARA PAHU – Muara Pahu, Kutai Barat, di tepian Sungai Mahakam mengharu biru, pasalnya Ardiansyah Sulaiman pulang kampung. Putra daerah yang kini menjadi orang nomor satu di Kabupaten Kutai disambut dengan rasa bangga dan senyum hangat. Bagi Ardiansyah, kunjungan ke wilayah ini lebih dari agenda dinas, melainkan juga sebuah ziarah kembali ke akarnya.

Tak hanya keluarga dekat, masyarakat dari 12 kampung di Muara Pahu turut larut dalam suasana haru. Sebagian bahkan rela berjalan kaki jauh untuk menyaksikan langsung momen bersejarah ini. Mereka membawa senyum, sebagian menyalami, sebagian lain menyapa dengan panggilan akrab masa kecil yang hanya mereka yang pernah tumbuh bersama Ardiansyah yang mengingatnya.

Kedatangan Ardiansyah juga disambut Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar), Nanang Adriani, bersama istrinya, berdiri di barisan depan penyambutan. Camat Muara Pahu, Maulidin Said, juga hadir bersama istri, didampingi jajaran pemerintah kecamatan. Begitu tiba, Ardiansyah langsung disambut dengan pelukan keluarga besar dan kerabat yang sudah lama menantinya.
Camat Muara Pahu, Maulidin Said, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.“Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Muara Pahu yang terus menjaga kekompakan dan budaya kekeluargaan,” ujarnya.

Kehangatan yang ditunjukkan malam itu menjadi sebuah ekspresi emosional menyambut seorang putra daerah yang pulang dengan cerita panjang keberhasilan. Malam itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat. Baginya, pulang ke Muara Pahu bukan hanya kembali ke kampung halaman, tetapi juga kembali pada sumber semangat yang membentuk dirinya.

“Kampung halaman selalu menjadi sumber semangat dan doa. Dari sini saya belajar arti kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Nilai-nilai itu yang terus saya bawa dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin,” tutur Ardiansyah.

Bagi masyarakat Muara Pahu, kehadiran Ardiansyah menjadi pengingat bahwa mereka tetap bagian dari perjalanan panjang seorang pemimpin. Hubungan emosional itu tidak hanya terjalin karena ikatan darah, melainkan karena rasa memiliki yang tumbuh bersama sejak kecil. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Karena Banyak Masalah di Sektor Perkebunan Sawit, Muhammad Ali Akan Monitor Disbun

Next Story

77 Keluarga Korban Kebakaran Batu Ampar Segera Dapat Hunian Baru