SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) segera menghadirkan produk air minum dalam kemasan khas daerah, Sangattaqua. Produk ini dijadwalkan resmi diluncurkan pada bulan Juni mendatang, menandai langkah strategis Pemkab Kutim dalam mendukung produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa Sangattaqua telah menempuh seluruh proses perizinan, termasuk label halal, registrasi BPOM, dan sertifikasi SNI. Menurutnya, air minum lokal ini akan terlebih dahulu digunakan di seluruh instansi pemerintah sebagai simbol dukungan terhadap produk daerah.
“Semua persiapan sudah selesai. Sangattaqua siap menjadi produk kebanggaan masyarakat Kutai Timur, dimulai dari penggunaan di kantor-kantor pemerintah,” kata Ardiansyah saat peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 50 liter per detik di Desa Kabo Jaya, Sangatta Utara.
Direktur Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menjelaskan bahwa pada tahap awal, Sangattaqua akan diproduksi sekitar 80 dus per hari. Meskipun kapasitas awal terbatas, pihaknya berencana melakukan pengembangan secara bertahap untuk menjangkau pasar lebih luas.
“Kami fokus pada peluncuran dan pemasaran internal dulu. Skema ekspansi produksi akan diumumkan pada waktunya,” ujar Suparjan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Perumdam TTB dalam mengembangkan lini usaha baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sangattaqua diharapkan tidak hanya menjadi produk konsumsi, tetapi juga simbol kebanggaan daerah yang mampu menunjukkan kualitas produk Kutim dengan standar nasional.
Bupati Ardiansyah menambahkan, kehadiran Sangattaqua menjadi bukti nyata kemandirian daerah melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Produk ini diharapkan bisa menjadi ikon yang mengangkat nama Kutim di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Peluncuran resmi Sangattaqua diprediksi menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan produk asli Kutim, sekaligus menegaskan bahwa Kutim mampu bersaing dalam menghadirkan produk berkualitas. (ADV/ProkopimKutim/KP)