Sidak Pasar Sangsel: Kios Kosong dan Pedagang Liar Jadi Tantangan Pemerintah Kutim

by
15 November 2025
529 views

SANGATTA SELATAN – Kegiatan inspeksi mendadak yang dilakukan Disperindag Kutim di Pasar Sangsel menyingkap persoalan klasik: kios permanen banyak yang tidak digunakan, sementara pedagang masih berjualan di bahu jalan, menciptakan ketidakteraturan di pusat ekonomi lokal.

Sekitar 160 kios dibangun di pasar dengan fasilitas modern, termasuk akses ke lantai dua yang kini ditempati Kantor Kas BPR Kutim. Sayangnya, hanya 40 kios yang aktif digunakan. Camat Sangatta Selatan Abbas menegaskan bahwa fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara fasilitas yang disediakan pemerintah dan perilaku pedagang. “Harus ada upaya agar pedagang masuk ke kios. Aturan harus ditegakkan,” katanya.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menekankan perlunya langkah strategis, termasuk pendataan ulang seluruh kios dan pedagang. Kios yang kosong akan dialokasikan ke pedagang yang berminat, sementara jumlah pedagang liar akan disesuaikan agar pasar lebih tertib. Menurut Nora, sekadar membangun pasar tidak cukup tanpa strategi pemanfaatan yang efektif.

Fenomena pedagang pinggir jalan juga terkait kebiasaan masyarakat yang ingin berbelanja cepat tanpa masuk ke dalam pasar. Minimnya fasilitas penunjang, termasuk lahan parkir, memperparah kemacetan di sekitar pasar. Abbas meminta Satpol PP rutin melakukan penertiban agar ketertiban pasar dapat terjaga.

Optimalisasi pasar diharapkan dapat menumbuhkan aktivitas ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Pemerintah daerah saat ini fokus menata pasar agar ruang publik menjadi tempat transaksi yang tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Pasar Sangsel menjadi cermin penting bagaimana pembangunan fisik harus diikuti dengan pemanfaatan yang maksimal. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pengawasan LPG 3 Kg di Kutim Diperketat, Sistem Digital Jadi Andalan

Next Story

Wisata Sawah Teluk Pandan, Legislator Kaltim Soroti Sinergi Pembangunan Berbasis Desa