
Kutai Timur, Kaltimpoint.com – Anggota DPRD Kutai Timur, Yusri Yusuf, menegaskan bahwa permasalahan infrastruktur dasar di daerah pemilihan (Dapil) yang ia wakili masih menyisakan sejumlah pekerjaan besar. Menurutnya, kebutuhan masyarakat tidak boleh dipandang hanya dari satu sudut, karena berbagai persoalan saling berkaitan dan berdampak langsung pada kehidupan warga.
Di antara sejumlah keluhan yang ia terima, kondisi jalan yang belum memadai masih menjadi titik utama perhatian. Akses yang rusak atau belum tersentuh pembangunan, kata Yusri, terus menghambat arus mobilitas warga, baik dalam aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga kehidupan sosial sehari-hari.
“Kalau persoalan yang belum selesai di Dapil saya ini masalah infrastruktur jalan. Tapi bukan berarti melupakan kebutuhan dasar masyarakat lainya,” ujarnya.
Ia menilai penyelesaian infrastruktur tidak boleh bersifat parsial. Jalan yang layak, sambungnya, merupakan fondasi dari berbagai layanan penting, termasuk pendidikan dan distribusi barang. Jika akses dasar saja bermasalah, maka tidak ada pelayanan publik yang benar-benar berjalan optimal.
Selain persoalan jalan, Yusri Yusuf juga menyoroti kebutuhan mendesak terkait armada angkutan sekolah khususnya di wilayah Teluk Pandan dan Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon. Ia mengatakan bahwa warga berulang kali menyampaikan keluhan mengenai anak-anak sekolah yang kesulitan mendapatkan transportasi aman untuk berangkat setiap pagi.
“Nah, terkait permintaan dari warga di Teluk Pandan dan Tepian Langsat (Bengalon) tentang armada angkutan anak sekolah, kita pasti sering melihat kalau pagi. Anak-anak ini nyetopin kendaraan untuk menumpang agar bisa sampai di sekolah. Ini menjadi persoalan kita juga,” ucap Yusri.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran proses belajar, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan yang sebenarnya dapat dihindari. Anak-anak yang menumpang kendaraan secara acak tentu tidak berada dalam situasi yang ideal, baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan.
Oleh sebab itu, Yusri mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih terhadap penyediaan armada angkutan sekolah. Ia menilai langkah tersebut bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga investasi penting untuk masa depan pendidikan di Kutai Timur.
Ia berharap dua persoalan utama ini dapat masuk dalam agenda prioritas pembangunan daerah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terjawab secara konkret dan menyeluruh.(ADV)