Program MBG Dinilai Dorong Gizi Keluarga dan Ekonomi Desa, Hj. Uci: Dampaknya Langsung Dirasakan

by
24 November 2025
564 views

Sangatta, Kaltimpoint.com – Program Makanan Bergizi (MBG) kembali mendapat sorotan positif dari kalangan legislatif Kutai Timur. Anggota DPRD Kutai Timur, Hj. Uci, menilai program tersebut bukan hanya menjawab kebutuhan gizi masyarakat rentan, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa. Menurutnya, pendekatan ganda seperti ini penting untuk memastikan pembangunan sosial berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal.

“Program ini sangat positif dan patut kita dukung bersama. Selain memastikan asupan gizi untuk ibu hamil dan anak, MBG juga membuka lapangan usaha bagi masyarakat desa. Ini perputaran ekonomi yang sehat dan berdampak langsung,” ujar Hj Uci.

Ia menilai keberadaan program ini menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat desa untuk mengambil peran dalam rantai produksi dan distribusi pangan bergizi. Jika biasanya desa hanya menjadi penerima manfaat pasif, kini mereka dapat ikut memproduksi, mengolah, hingga memasok bahan pangan yang diperlukan untuk pemenuhan gizi keluarga dan kelompok rentan.

Hj. Uci menegaskan bahwa keberlanjutan program seperti MBG sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Dengan adanya kebutuhan rutin atas bahan pangan berkualitas, peluang usaha semakin terbuka bagi pelaku ekonomi desa, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM pengolahan pangan.

“Dengan adanya kebutuhan rutin untuk penyediaan bahan pangan bergizi, masyarakat desa bisa terlibat dalam rantai pasok secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah desa dan kecamatan dapat mengambil kesempatan ini untuk memperkuat koordinasi, terutama dalam hal distribusi dan kualitas bahan pangan. Selain itu, program pendampingan dan pelatihan bagi kelompok usaha desa dianggap perlu untuk memastikan standar mutu produk tetap terjaga.

Hj. Uci juga mengingatkan bahwa perbaikan gizi masyarakat bukan sekadar program tahunan, tetapi investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi berikutnya. Ketersediaan pangan bergizi yang mudah dijangkau diyakini mampu menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat desa, dan pelaku usaha lokal, ia optimistis MBG dapat menjadi model program pembangunan terintegrasi yang tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Yusri Yusuf Soroti Infrastruktur Jalan dan Krisis Armada Sekolah di Teluk Pandan serta Tepian Langsat

Next Story

DPRD Kutim Usulkan Perda Perlindungan Petani Sawit Mandiri