KPC Bangun Underpass KM 16, Sangatta-Bengalon Lewat Jalur Alternatif

by
30 Juli 2026
1 min read

SANGATTA – Pembangunan underpass di Kilometer 16 ruas Sangatta-Bengalon memasuki tahap baru. Untuk mendukung kelancaran proyek tersebut, Kaltim Prima Coal (KPC) mulai mengoperasikan jalan detour di kawasan Crossing 4 sebagai jalur sementara bagi kendaraan dari dua arah.

Jalur alternatif itu resmi dibuka dan menjadi akses pengganti selama pekerjaan konstruksi berlangsung. Pengaturan arus dilakukan melalui kerja sama KPC dengan Satlantas Polres Kutai Timur dan Dinas Perhubungan Kutai Timur agar perpindahan jalur tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Detour yang dibangun memiliki panjang sekitar 380 meter, lebar badan jalan 12 meter, serta perkerasan selebar 7 meter. Pembangunannya berlangsung selama tiga bulan, yakni Januari hingga Maret 2026, dengan anggaran mencapai Rp4,2 miliar.

Pada hari pertama operasional, sejumlah perwakilan pemerintah daerah, kepolisian, dan manajemen KPC meninjau langsung kondisi lapangan. Dishub dan Satlantas juga menempatkan personel selama 24 jam di sejumlah titik untuk membantu pengendara sekaligus mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

Penelaah Teknis Kebijakan Dishub Kutim Nanang Santoso mengatakan keberadaan jalur sementara tersebut menjadi solusi agar kendaraan roda dua maupun roda empat tetap dapat melintas dengan aman selama pembangunan berlangsung. Masyarakat juga diminta mematuhi rambu dan arahan petugas.

Manager ER KPC Nanang Supriyadi menambahkan pembangunan underpass sepanjang 91 meter ditujukan meningkatkan keselamatan dan memperlancar mobilitas di masa mendatang. Menurutnya, keberadaan underpass akan meminimalkan perpotongan langsung antara kendaraan masyarakat dengan alat berat operasional perusahaan sehingga perjalanan di koridor Sangatta-Bengalon menjadi lebih nyaman. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Ardiansyah Pastikan Tak Kurangi PPPK Meski TPP ASN Disesuaikan

Next Story

Pemkab Kutim Dorong Efisiensi Perusahaan, PHK Jadi Opsi Terakhir