Guru Pelita Zaman: SMAN Satset Bangun Komunitas Inovatif di Kutai Timur

by
18 November 2025
565 views

SANGATTA – Pendidikan di Kutai Timur mengalami transformasi melalui inisiatif SMAN 1 Sangatta Selatan. Sekolah ini menggelar In House Training (IHT) dengan fokus pada pembelajaran mendalam dan penguatan komunitas guru berbasis kolaborasi. Tema kegiatan ini adalah “Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Membangun Komunitas Baru Pembelajar melalui Kolaborasi Teaching Research Group (TRG)”.

Wakil Bupati Mahyunadi menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menekankan bahwa guru adalah pelita yang menuntun anak-anak menembus tantangan zaman, sehingga pengembangan kompetensi guru menjadi prioritas. Kegiatan IHT diharapkan bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah nyata menuju reformasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan sosial dan teknologi.

Kepala SMAN Satset, Rubito, menjelaskan bahwa pelatihan menekankan tiga fokus utama: pembentukan growth mindset, pengembangan pembelajaran bermakna berbasis siswa, dan memastikan hasil belajar berdampak nyata di masyarakat. Filosofi sekolah, yang tercermin dari akronim “Satset” (gesit, adaptif, unggul), menjadi pedoman seluruh proses pembelajaran.

Sekitar 50 peserta, terdiri dari guru dan tenaga kependidikan, mengikuti materi yang dibawakan Tri Widayati dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Kaltim, serta sesi kolaborasi TRG yang dipandu Rubito. Kegiatan ini mendorong guru menjadi peneliti pembelajaran sekaligus memperkuat budaya belajar kolektif.

Selain dukungan pemerintah daerah, program ini juga mendapat perhatian dunia industri melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC). Nanang Supriyadi, Chief Empowerment Manager Community KPC, menekankan kesinambungan kemitraan yang menghubungkan sekolah dengan dunia usaha untuk penguatan pendidikan.

Dengan langkah ini, SMAN 1 Sangatta Selatan menegaskan posisinya sebagai pionir pendidikan inovatif di Kutai Timur. Dari guru yang berinovasi, komunitas pembelajar tumbuh, dan semangat Satset terus menyalakan nyala perubahan yang berdampak pada generasi mendatang. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Desa Cantik Dorong Desa Kutim Jadi Subjek Pembangunan Modern

Next Story

TPU Singa Geweh, Inovasi Pemakaman Modern di Kutai Timur