TPU Singa Geweh, Inovasi Pemakaman Modern di Kutai Timur

by
18 November 2025
580 views

SANGATTA – Kutai Timur segera memiliki TPU modern dengan konsep pemakaman terpadu, menyediakan layanan untuk umat Islam dan non-Muslim. Dibangun di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, TPU ini dirancang menampung 7.500–8.000 jenazah, memenuhi kebutuhan warga hingga 20 tahun mendatang.

Bupati H. Ardiansyah Sulaiman menegaskan, proyek ini merupakan langkah Pemkab Kutim dalam menata tata ruang kota sekaligus menegakkan standar profesionalisme dalam pengelolaan pemakaman. “Luas makam diatur 1,5 x 2 meter sesuai Perbup, tertata rapi, dan semua fasilitas gratis untuk warga,” kata Ardiansyah.

Kompleks TPU menempati 7,5 hektare, dengan pembagian lahan 5 hektare untuk umat Islam dan 2,5 hektare non-Muslim. Selain area makam, TPU dilengkapi musala 36 meter persegi, kantor pengelola 72 meter persegi, rumah jaga, toilet umum, ruang pertemuan kecil, dan sambungan listrik serta air bersih. Kepala UPT Pertamanan dan Pemakaman, Sutrisno, memastikan 70 persen area TPU akan beroperasi pada tahap pertama.

Pembangunan TPU menelan anggaran Rp 19 miliar, meliputi pembebasan lahan, pematangan kawasan, dan pembangunan fasilitas pendukung. Ardiansyah menekankan, proyek ini bukan sekadar fisik, melainkan bagian dari upaya Pemkab untuk memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi seluruh warga, tanpa membedakan agama maupun status sosial.

Bupati juga menekankan bahwa TPU ini dikelola secara profesional, transparan, dan tanpa pungutan retribusi. Pemerintah menyiapkan semua fasilitas, termasuk nisan seragam dan layanan umum, agar proses pemakaman berjalan manusiawi.

“TPU modern ini menjadi simbol kemanusiaan di tengah pembangunan kota. Kita ingin warga mendapat tempat terakhir yang layak, sebagai bagian dari tata kelola kota yang beradab,” kata Ardiansyah.

Peluncuran ditargetkan pada Desember 2025. Meski nama TPU masih dalam perenungan, proyek ini menjadi tonggak baru dalam manajemen pemakaman di Kutai Timur, sekaligus menandai langkah maju kota Sangatta sebagai pusat pemerintahan yang modern dan manusiawi. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Guru Pelita Zaman: SMAN Satset Bangun Komunitas Inovatif di Kutai Timur

Next Story

Bimtek BLUD Kutim, Dorong Profesionalisme Layanan Kesehatan dan Tata Kelola Terukur