Kaltim Point, Kutim — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat langkah menuju transformasi digital melalui pengembangan program Smart City. Dalam upaya ini, Pemkab Kutim menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan pihak swasta.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Roni Bonar, menyampaikan bahwa keberhasilan Smart City tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.
Partisipasi aktif seluruh elemen daerah menjadi penentu utama terciptanya sistem kota cerdas yang berkelanjutan.
“Smart City tidak akan berhasil tanpa keterlibatan masyarakat, sekolah, dan swasta. Semua harus bersinergi agar sistem bisa saling terhubung,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Dunia pendidikan memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan era digital.
Sementara itu, sektor swasta dapat berkontribusi melalui inovasi, investasi, dan pembangunan infrastruktur penunjang teknologi informasi.
“Kalau semua pihak jalan bersama, hasilnya akan jauh lebih baik. Kita ingin Smart City bukan hanya program, tapi budaya kerja bersama,” tambahnya.
Menurutnya, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pengarah kebijakan, memastikan bahwa setiap inisiatif digital berjalan dalam satu arah yang sama.
Dengan pola kerja kolaboratif, Smart City Kutim diharapkan mampu menjadi wadah yang menghubungkan berbagai kepentingan masyarakat secara transparan dan efisien.
Kolaborasi lintas sektor ini juga diyakini dapat memperkuat jaringan informasi di daerah, meningkatkan efisiensi layanan publik, serta menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Semangat gotong royong menjadi nilai utama dalam mewujudkan ekosistem digital yang inklusif.
Pemerintah Kutim melalui Diskominfo Staper berkomitmen untuk terus membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dan dunia usaha.
Sinergi ini menjadi kunci dalam mempercepat terwujudnya Smart City yang tidak hanya modern secara teknologi, tetapi juga manusiawi dalam pelayanannya kepada warga. (ADV)