MUARA ANCALONG – Tantangan untuk mengikis hambatan konektivitas di Kabupaten Kutim harus berhadapan dengan curah hujan tinggi dan lalu lintas kendaraan berat milik perusahaan yang menyebabkan jalan cepat rusak. Artinya, pemkab harus membangun infrastruktur sekaligus tidak lengah terhadap yang sudah dibangun. Meski demikian, beban tersebut juga harus dibagi, terutama kepada pihak perusahaan yang banyak menikmati fasilitas tersebut.
Wakil Bupati Mahyunadi menegaskan bahwa setiap perusahaan di Kutai Timur wajib menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.
“Curah hujan tinggi dan lalu lintas kendaraan berat milik perusahaan disebut sebagai faktor utama kerusakan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarpihak, terutama perusahaan, agar tanggung jawab perbaikan tidak dibebankan hanya kepada satu atau dua pihak saja,” sebutnya.
Mahyunadi menyampaikannya ketika memimpin Rapat Koordinasi Perbaikan Jalan dan Jembatan Poros Desa Senyiur–Kelinjau Ulu di Kantor Kecamatan Muara Ancalong. Rapat ini diadakan karena kerusakan jembatan utama yang terjadi menghambat mobilitas warga, sementara anggaran yang disediakan baru ada pada APBD 2026. Pada akhirnya, rapat menyepakati solusi sementara berupa jembatan kayu ulin sambil menunggu pembangunan jembatan beton oleh Pemkab Kutim.
Perwakilan sejumlah perusahaan turut memberikan laporan kontribusi mereka. PT SAS menyatakan kesiapan alat berat, namun menghadapi kendala bahan bakar dan cuaca. PT PBA Inhutani melaporkan telah melakukan perbaikan ruas jalan dari SP 1 ke Long Nah dan siap menyuplai batu serta kayu ulin. PT KMS & CDM (REA Kaltim) menyebut telah menyuplai 260 truk sirtu dan dua truk kayu ulin serta siap membantu transportasi material. Sementara itu, PT TPA menyarankan penggunaan aramko sebagai pengganti gorong-gorong beton demi keawetan.
Memahami pentingnya jembatan, pekerjaan jembatan darurat segera dimulai tanpa menunggu cuaca membaik. Sementara itu, Camat Muara Ancalong ditunjuk secara resmi sebagai ketua tim koordinasi percepatan perbaikan jalan dan jembatan di wilayah tersebut. (ADV/ProkopimKutim/KP)