Plt Camat Sangatta Selatan Dorong Pengembangan Wisata Alam Lewat Kolaborasi Ekonomi Desa

by
12 November 2025
520 views

Kaltim Point, Kutim – Potensi wisata alam di wilayah Desa Persiapan Pinang Raya, Kecamatan Sangatta Selatan, terus menjadi perhatian pemerintah kecamatan sebagai peluang pengembangan destinasi unggulan. Kawasan ini memiliki ragam daya tarik seperti air terjun dan panorama negeri di atas awan yang mulai menarik minat wisatawan lokal.

Meski demikian, upaya pengembangan kawasan wisata masih menemui kendala. Sebagian wilayah yang dihuni masyarakat tercatat berada dalam kawasan taman nasional, sementara aktivitas warga di sana sudah berlangsung cukup padat.

Hal ini menimbulkan kebutuhan penataan ulang agar pemanfaatan ruang dapat berjalan secara legal dan tidak menimbulkan tumpang tindih kebijakan.

Plt Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, SE, menegaskan bahwa peninjauan kembali status lahan perlu mempertimbangkan aspek lingkungan sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat.

Ia menyebut bahwa opsi pelepasan sebagian lahan bisa menjadi jalan tengah bagi kepentingan konservasi dan kebutuhan masyarakat.

“Kenyataannya masyarakat sudah lama tinggal dan beraktivitas di sana. Maka diperlukan penyesuaian zona tanpa mengutak-atik kawasan inti yang tetap wajib dijaga,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Selain aspek tata ruang, Rusmiati menilai pengembangan wisata alam harus dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menyoroti pentingnya sinergi antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai model kolaborasi kelembagaan di tingkat desa.

Menurutnya, Pokdarwis memiliki kemampuan dalam pengelolaan lapangan, sedangkan koperasi dapat memperkuat aspek pembiayaan, legalitas usaha, dan dukungan program.

Kolaborasi kedua lembaga ini dinilai dapat memperkuat fondasi ekonomi berbasis gotong royong.

“Pokdarwis punya semangat tinggi, tetapi terbatas di pendanaan. Dengan dukungan koperasi, pengelolaan wisata bisa lebih berkelanjutan dan punya pijakan hukum yang jelas,” kata Rusmiati.

Ia menekankan bahwa tantangan pemberdayaan masyarakat tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga karakter dan keragaman pandangan warga.

Karena itu, pembangunan rasa kebersamaan menjadi kunci agar program pengembangan wisata dapat berjalan efektif dan diterima masyarakat.

Pemerintah kecamatan juga mendorong penguatan kelembagaan desa untuk memastikan bahwa pengelolaan kawasan wisata tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi mampu tumbuh melalui inisiatif masyarakat sendiri.

Rusmiati optimistis bahwa potensi wisata di Sangatta Selatan dapat berkembang menjadi destinasi unggulan apabila seluruh pihak bekerja sama.

Ia memastikan pemerintah kecamatan siap mendampingi dan memberi arahan agar pengelolaan kawasan dapat berjalan profesional dan tetap menjaga prinsip kelestarian lingkungan.

Dengan sinergi yang kuat antar lembaga desa, masyarakat, dan pemerintah, ia berharap kawasan wisata di Sangatta Selatan mampu menjadi contoh keberhasilan pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.

Pemerintah kecamatan pun berkomitmen untuk terus mendorong langkah-langkah yang mendukung kemajuan daerah.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pernah Masuk 100 Smart Cities Nasional, Kutim Mantap Lanjutkan Transformasi Digital

Next Story

Smart City dan SPBE Jadi Dua Pilar Pemerintahan Digital Kutai Timur

Don't Miss